Karung yang dibeli ternyata hanya berisi beras di bagian atas, sementara bawahnya pasir.
CYRUSTIMES, SAMPIT – Modus penipuan berkedok jual beli beras murah menyasar warga kecil di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Seorang pedagang nasi kuning tertipu setelah membeli beras yang ternyata hanya berisi lapisan beras di bagian atas karung, sementara bagian bawahnya dipenuhi pasir.
Korban bernama Jamilah, warga Gang Gudang Kuning, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 9 Juni 2026.
Jamilah tidak sendiri. Ia bersama tetangganya, Jum’ah, membeli beras dari seorang pria tak dikenal yang datang menawarkan beras menggunakan sepeda motor.
Pria tersebut menawarkan beras dengan harga lebih murah dari pasaran. Untuk meyakinkan calon pembeli, pelaku lebih dulu menunjukkan contoh beras yang terlihat bagus dan layak konsumsi.
Tawaran itu membuat korban tertarik. Sebagai pedagang nasi kuning, beras merupakan bahan utama dalam usaha harian Jamilah. Ia bersama Jum’ah kemudian membeli total 30 kilogram beras.
Namun, cara pelaku menjalankan aksinya terbilang licik. Setelah korban sepakat membeli, pria itu meminjam karung dengan alasan akan mengambil beras sesuai jumlah pesanan.
Tak lama kemudian, pria tersebut kembali membawa karung yang disebut berisi beras. Ia menyerahkan karung itu kepada korban, menerima uang pembayaran, lalu segera pergi dari lokasi.
Kecurangan baru terbongkar ketika karung dibuka untuk ditimbang dan dibagi. Korban mendapati hanya bagian atas karung yang berisi beras. Sementara bagian bawahnya justru dipenuhi pasir.
Jamilah mengaku terkejut saat mengetahui isi karung tersebut. Ia semula percaya karena pelaku sebelumnya menunjukkan contoh beras yang tampak bagus.
“Saya kira benar beras, karena sebelumnya ditunjukkan contohnya. Setelah dibuka, ternyata bawahnya pasir,” kata Jamilah.
Akibat kejadian itu, Jamilah dan Jum’ah mengalami kerugian lebih dari Rp400 ribu. Nilai tersebut bukan jumlah kecil bagi pedagang kecil yang menggantungkan modal harian dari usaha makanan.
Kasus ini memperlihatkan bagaimana kebutuhan pokok dapat dijadikan celah penipuan. Pelaku diduga memanfaatkan tawaran harga murah untuk membangun kepercayaan korban, lalu menyerahkan karung yang isinya tidak sesuai dengan barang yang dijanjikan.
Hingga berita ini disusun, identitas pria yang menawarkan beras murah tersebut belum diketahui. Belum ada keterangan apakah korban telah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian.
Warga diminta lebih waspada terhadap penawaran bahan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran, terutama dari orang tidak dikenal. Pemeriksaan isi karung sebelum pembayaran menjadi langkah penting agar modus serupa tidak kembali menjerat korban.
Bagi pedagang kecil, kehilangan modal harian dapat berdampak langsung pada keberlangsungan usaha. Karena itu, kasus beras berisi pasir di Sampit ini menjadi peringatan agar transaksi bahan pokok dilakukan lebih hati-hati, terutama ketika penjual datang tanpa identitas yang jelas.