← Kembali ke https://kalteng.co/

Polres Barut Gerak Cepat Implementasikan Program Makan Bergizi Gratis Lewat Dapur SPPG

https://kalteng.co/ • 13 February 2026 16:10
Polres Barut Gerak Cepat Implementasikan Program Makan Bergizi Gratis Lewat Dapur SPPG

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Polres Barito Utara (Barut) resmi meluncurkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai wujud nyata dukungan terhadap program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Peluncuran ini dilakukan serentak secara nasional pada Jumat (13/2/2026).

Melalui Yayasan Kemala Bhayangkari, Polres Barito Utara bergerak cepat mengimplementasikan Asta Cita Presiden dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Sinergi Polres Barut dan Pemerintah Daerah

Acara peluncuran SPPG 1 bertempat di Jalan Panti Ajar, Kelurahan Lanjas, yang dihadiri langsung oleh Kapolres Barut AKBP Singgih Febiyanto bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Barut, Muhlis, yang hadir mewakili Bupati H. Shalahuddin.

“Dapur SPPG 1 Polres Barut ini adalah bentuk dukungan nyata kami dalam menyukseskan kebijakan nasional. Ini merupakan langkah awal, dan kami berencana membangun dapur SPPG 2 di Kelurahan Jingah,” ungkap AKBP Singgih Febiyanto.

Jangkau Ribuan Siswa dan Tenaga Pendidik

Kapolres memaparkan bahwa fasilitas dapur SPPG 1 ini memiliki target sasaran yang luas di wilayah Muara Teweh, mencakup:

Selain sektor pendidikan, kepolisian juga tengah mendata kelompok masyarakat rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan penyandang disabilitas (SKH) untuk mendapatkan manfaat serupa.

Tantangan Wilayah Terpencil dan Rencana Ekspansi

Polres Barut juga berkomitmen menjangkau daerah “3T” (Tertinggal, Terpencil, dan Terjauh). Rencana pembangunan dapur SPPG berikutnya akan menyasar Desa Walur (Kecamatan Gunung Timang) dan Desa Lampeong (Kecamatan Gunung Purei).

Mengingat jarak yang cukup jauh, AKBP Singgih mengakui tantangan logistik bahan baku menjadi perhatian utama. “Kendala kita ada pada pasokan bahan baku karena jarak yang jauh. Hal ini sedang kami formulasikan solusinya agar pelayanan tetap maksimal di daerah terjauh,” tambahnya.

Menghapus Rasa Lapar di Sekolah

Mewakili Pemerintah Kabupaten, Sekda Muhlis menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni. Pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi anak di Barito Utara yang harus belajar dalam kondisi perut kosong.

“Kita tidak boleh membiarkan anak-anak belajar dalam keadaan lapar. Hal itu sangat mengganggu konsentrasi mereka. Pemenuhan gizi adalah hak dasar anak yang dijamin oleh negara,” ujar Sekda Muhlis saat membacakan sambutan Bupati H. Shalahuddin.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi dengan UMKM lokal dalam pengelolaan program ini, yang dinilai strategis bagi ekonomi daerah sekaligus pemenuhan gizi seimbang guna menekan angka stunting menuju Indonesia Emas 2045.

Prioritas Kebersihan dan Keamanan Pangan

Menutup arahannya, Sekda mengingatkan para pengelola dapur untuk menjaga standar tinggi terkait kebersihan. “Higienitas, kualitas, dan kehalalan makanan harus menjadi prioritas utama karena ini dikonsumsi oleh generasi penerus kita,” pungkasnya. (hms)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli