← Kembali ke https://kalteng.co/

Sering Dianggap Sehat, 5 Olahraga Ini Justru Jadi Musuh Penderita Hipertensi

https://kalteng.co/ • 19 February 2026 08:01
Sering Dianggap Sehat, 5 Olahraga Ini Justru Jadi Musuh Penderita Hipertensi

KALTENG.CO-Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering kali disebut sebagai “pembunuh senyap” (the silent killer).

Julukan ini muncul karena hipertensi kerap bekerja secara rahasia tanpa menunjukkan gejala yang nyata, namun tiba-tiba memicu komplikasi fatal.

Dilansir dari Health Shots, meskipun aktivitas fisik adalah kunci utama mengontrol tekanan darah, penderita hipertensi tidak bisa sembarangan memilih jenis olahraga. Beberapa latihan dengan intensitas tinggi justru berisiko memicu lonjakan tekanan darah secara mendadak.

Mari kita bedah jenis olahraga apa saja yang perlu diwaspadai oleh penderita hipertensi demi menjaga kesehatan jantung tetap aman.

1. Angkat Beban Berat (Heavy Weightlifting)

Mengangkat beban yang melampaui batas kemampuan tubuh sering kali memicu kebiasaan menahan napas secara tidak sadar. Dalam dunia medis, ini dikenal sebagai manuver Valsalva.

2. Latihan Isometrik (Plank dan Wall Sit)

Siapa sangka gerakan statis seperti plank atau wall sit bisa berisiko? Faktanya, menahan satu posisi dalam waktu lama membuat otot terus menegang tanpa henti.

3. Latihan HIIT (High-Intensity Interval Training)

Olahraga HIIT memang sangat efektif untuk membakar lemak dengan cepat. Namun, pola latihan yang melibatkan upaya ekstrem dalam waktu singkat ini memiliki sisi gelap bagi penderita hipertensi.

4. Lari Cepat (Sprinting)

Berbeda dengan jalan santai atau jogging, lari cepat atau sprint memberikan tekanan instan pada sistem peredaran darah.

5. Gerakan Melompat (Plyometrics)

Latihan yang melibatkan banyak lompatan seperti burpees dan jumping jacks menuntut perubahan arah gerakan yang sangat cepat.

Olahraga yang Aman Lebih Utama

Bergerak aktif tetaplah penting, namun bagi penderita hipertensi, moderasi adalah kunci. Pilihlah olahraga aerobik intensitas sedang seperti jalan cepat, berenang, atau bersepeda santai. Konsultasikan selalu dengan dokter sebelum memulai program latihan baru untuk memastikan jantung Anda tetap dalam kondisi aman. (*/tur)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli