KALTENG.CO-Stadion Segiri menjadi saksi bisu runtuhnya pertahanan kokoh Persebaya Surabaya. Dalam laga lanjutan pekan ke-25 Liga Super 2025/2026 yang digelar Sabtu (7/3/2026), skuad berjuluk Green Force harus mengakui keunggulan telak tuan rumah Borneo FC dengan skor mencolok 5-1.
Kekalahan memilukan ini tak hanya memutus tren positif tim asuhan Bernardo Tavares, tetapi juga memaksa mereka turun takhta dari persaingan papan atas. Persebaya kini harus rela terlempar ke posisi keenam klasemen sementara.
Babak Pertama: Tekanan Intensif Pesut Etam
Sejak peluit pertama dibunyikan, Borneo FC langsung mengambil inisiatif serangan. Dimotori oleh Juan Felipe Villa Ruiz dan Koldo Obieta Alberdi, lini depan “Pesut Etam” berkali-kali merepotkan barisan pertahanan tamu.
Setelah beberapa upaya yang membentur pertahanan, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-15. Memanfaatkan umpan manis dari Mohammad Anez, Juan Felipe Villa Ruiz sukses menyarangkan bola ke gawang Ernando Ari. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum, meski Persebaya sempat mencoba membalas lewat aksi Malik Risaldi dan Jefferson Junio.
Babak Kedua: Pergantian Pemain yang Tak Berujung Manis
Memasuki paruh kedua, Bernardo Tavares mencoba menyuntikkan tenaga baru dengan memasukkan tiga pemain sekaligus: Toni Firmansyah, Riyan Ardiansyah, dan Pedro Ricardo. Harapannya, daya dobrak Persebaya meningkat.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Koordinasi lini belakang Green Force tampak goyah. Berikut adalah kronologi gol yang menghujam gawang Persebaya di babak kedua:
-
Menit 59: Juan Villa mencetak brace melalui skema serangan balik cepat.
-
Menit 62: Hanya berselang tiga menit, gawang Ernando kembali bobol lewat skema yang dibangun Westherley Garcia.
-
Menit 67: Koldo Obieta Alberdi menambah penderitaan tim tamu dengan gol keempat. Skor berubah menjadi 4-0.
Persebaya sempat mendapatkan gol hiburan melalui Leonardo Silva Lelis pada menit ke-72, namun itu tidak cukup untuk membangkitkan mentalitas tim. Pesta gol tuan rumah ditutup oleh Marcos Emanuel Astina pada masa injury time (90+4’), memastikan kemenangan 5-1 untuk Borneo FC.
Analisis Kekalahan: Mengapa Green Force Kolaps?
Kekalahan telak ini meninggalkan lubang besar yang harus segera ditambal oleh tim pelatih. Beberapa poin kritis yang menjadi sorotan antara lain:
-
Krisis Koordinasi Lini Belakang: Duet bek tengah dan kiper Ernando Ari terlihat kehilangan komunikasi, terutama dalam mengantisipasi transisi cepat lawan.
-
Mentalitas Laga Tandang: Bermain di bawah tekanan suporter di Stadion Segiri tampak membebani mental para pemain muda Persebaya.
-
Jarak Poin yang Melebar: Dengan hasil ini, selisih poin Persebaya dengan pemuncak klasemen, Persib Bandung, kini melebar menjadi 15 poin. Posisi mereka di klasemen kini terancam oleh tim-tim di bawahnya yang masih memiliki tabungan laga.
Alarm Keras untuk Bernardo Tavares
Kemenangan ini semakin memperkokoh posisi Borneo FC sebagai kandidat kuat juara musim ini. Sebaliknya, bagi Persebaya, skor 5-1 adalah alarm keras. Bernardo Tavares dituntut untuk melakukan evaluasi radikal, terutama pada transisi bertahan yang sangat lambat di pertandingan ini.
Jika tidak segera berbenah, ambisi untuk mengakhiri musim di papan atas Liga Super bisa jadi hanya sekadar mimpi bagi publik Surabaya. (*/tur)