PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Siti Nafsiah, mendorong penguatan ekonomi lokal dengan memaksimalkan potensi sektor perikanan yang dinilai cukup besar di wilayah tersebut.
Menurutnya, produksi perikanan tangkap di Kalteng yang mencapai sekitar 159 ribu ton pada tahun 2025 merupakan peluang strategis untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Namun, potensi tersebut dinilai belum optimal karena sebagian hasil perikanan masih banyak dipasarkan ke luar daerah.
“Potensi produksi perikanan kita cukup besar. Seharusnya ini bisa lebih mendorong penguatan ekonomi lokal jika didukung sistem tata niaga yang kompetitif,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Ia menjelaskan, pilihan nelayan menjual hasil tangkapan ke luar daerah merupakan hal yang wajar dalam mekanisme pasar. Faktor harga, akses pasar, serta efisiensi distribusi menjadi pertimbangan utama.
Meski demikian, kondisi ini juga menjadi sinyal bahwa daya saing distribusi dan sistem pemasaran di dalam daerah masih perlu diperkuat agar mampu menahan arus komoditas tetap berputar di wilayah sendiri.
“Ini menunjukkan mekanisme pasar berjalan rasional, tetapi juga menandakan sistem perdagangan dalam daerah belum sepenuhnya mampu bersaing,” katanya.
Selain itu, keterbatasan infrastruktur dan konektivitas di sejumlah wilayah pesisir dan sentra perikanan turut memengaruhi distribusi. Di Kabupaten Pulang Pisau, misalnya, fasilitas seperti pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan, hingga rantai dingin masih belum memadai.
“Terbatasnya infrastruktur membuat arus pemasaran cenderung mengikuti wilayah yang lebih mudah dijangkau,” tambahnya.
Karena itu, DPRD mendorong Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memperkuat sistem distribusi serta membangun infrastruktur penunjang yang lebih merata. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sistem logistik yang efisien sekaligus meningkatkan daya saing pasar lokal.
“Upaya ini harus dilakukan secara terintegrasi agar produksi yang sudah baik diikuti peningkatan nilai tambah, daya saing, dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (bam)