PANGKALAN BUN, Kalteng.co-Persiapan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 terus menjadi sorotan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kobar menegaskan agar seluruh pembangunan sarana dan prasarana olahraga (venue) dilakukan dengan standar kualitas tinggi dan tidak dikerjakan secara serampangan.
Harapan ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Kobar, Muhammad Isro Wahyudin, saat melakukan peninjauan lapangan bersama Ketua Umum KONI Kobar, Hj. Fatmawati.
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan daerah dalam menyambut pesta olahraga terbesar di Kalimantan Tengah tersebut.
Venue Sebagai Wajah Kesuksesan Porprov
Pria yang akrab disapa Bang Wahyu ini menekankan bahwa kualitas venue merupakan representasi dari keseriusan tuan rumah. Menurutnya, fasilitas olahraga bukan sekadar syarat pelengkap, melainkan elemen vital yang menentukan kelancaran pertandingan.
“Venue bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan elemen utama yang menentukan kelancaran dan kualitas penyelenggaraan Porprov. Karena itu, setiap proses pembangunan harus dilakukan secara serius dan terukur,” tegas Bang Wahyu.
Ia mengingatkan agar pihak pelaksana tidak hanya mengejar target waktu penyelesaian, tetapi harus tetap mengedepankan mutu pekerjaan. Pembangunan yang tanpa perencanaan matang dikhawatirkan akan menimbulkan masalah teknis di kemudian hari.
Pengawasan Ketat di Lapangan
Sebagai bentuk fungsi pengawasan, politisi dari Partai Gerindra ini menilai turun langsung ke lapangan adalah hal yang wajib dilakukan. Dengan melihat kondisi riil, pihak legislatif dan KONI dapat memberikan catatan atau evaluasi terhadap kekurangan yang ditemukan selama proses konstruksi.
Beberapa poin penting dalam pengawasan venue meliputi:
-
Kesesuaian Spesifikasi: Memastikan material dan standar bangunan sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga terkait.
-
Progres Pembangunan: Memastikan jadwal pengerjaan tetap on-track agar siap digunakan tepat waktu.
-
Perbaikan Cepat: Memberikan rekomendasi perbaikan segera jika ditemukan hasil pekerjaan yang tidak memenuhi standar.
Warisan (Legacy) untuk Pembinaan Atlet Daerah
Lebih dari sekadar ajang kompetisi dua tahunan, DPRD Kobar berharap pembangunan venue ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bumi Marunting Batu Aji.
“Keberhasilan Porprov tidak hanya diukur dari suksesnya acara, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang ditinggalkan. Venue yang dibangun harus mampu digunakan secara berkelanjutan untuk pembinaan atlet daerah,” jelasnya lagi.
Dengan adanya fasilitas yang mumpuni pasca-Porprov, diharapkan muncul bibit-bibit atlet berprestasi dari Kotawaringin Barat yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Menutup peninjauannya, Bang Wahyu mengajak seluruh pihak—mulai dari pemerintah daerah, pelaksana teknis, hingga masyarakat—untuk menjaga komitmen dalam setiap tahapan pembangunan.
Dengan kesiapan yang matang, Kotawaringin Barat optimis mampu menjadi tuan rumah Porprov Kalteng 2026 yang membanggakan, baik dari sisi prestasi atlet maupun kualitas fasilitas olahraganya. (hms)