← Kembali ke https://kalteng.co/

Sigit K. Yunianto Pastikan Stok BBM Kalteng Aman, Minta Warga Tak Terjebak Panic Buying

https://kalteng.co/ • 07 May 2026 16:39
Sigit K. Yunianto Pastikan Stok BBM Kalteng Aman, Minta Warga Tak Terjebak Panic Buying

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Sigit K Yunianto memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan Tengah hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan terkendali.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit usai melakukan pengawasan serta pemantauan langsung ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah dalam beberapa hari terakhir.

.
Menurutnya, antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Kalteng. Kondisi tersebut hanya terlihat di beberapa daerah tertentu seperti Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Barito Selatan, sementara wilayah lainnya masih relatif normal dan distribusi BBM berjalan lancar.

“Kalau antrean panjang memang ada di beberapa titik saja seperti di Kotawaringin Barat, Barito Selatan, dan Palangka Raya. Tetapi di daerah lain masih aman dan lancar-lancar saja,” ujar Sigit, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu khawatir secara berlebihan terhadap ketersediaan BBM, khususnya BBM subsidi. Sebab hingga saat ini pemerintah belum melakukan kenaikan harga BBM subsidi dan stok pasokan juga dipastikan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

BBM Subsidi Tidak Ada Kenaikan

Sigit menilai, salah satu penyebab terjadinya antrean panjang di sejumlah SPBU lebih disebabkan meningkatnya kepanikan masyarakat yang kemudian melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

“BBM subsidi tidak ada kenaikan. Jadi masyarakat sebenarnya tidak perlu panik berlebihan. Kadang karena khawatir stok habis, akhirnya membeli melebihi kebutuhan, dan itu justru memicu antrean semakin panjang,” katanya.

Dalam pengawasannya, Sigit mengaku telah berkeliling ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah mulai dari Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Kapuas, Pulang Pisau hingga Barito Selatan. Dari hasil pantauan langsung tersebut, ia memastikan distribusi dan ketersediaan pasokan BBM masih berada dalam kondisi aman.

“Saya sudah turun langsung ke berbagai daerah di Kalteng. Dari hasil pantauan di lapangan, pasokan BBM kita sebenarnya aman dan tersedia cukup banyak,” tegas legislator PDI Perjuangan akrab disapa SKY tersebut.

Ia juga menjelaskan, ketersediaan BBM di Kalimantan Tengah saat ini turut didukung keberadaan sejumlah depo penyimpanan BBM yang tersebar di beberapa wilayah strategis seperti Kabupaten Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau. Menurutnya, sistem distribusi antar depo sejauh ini berjalan optimal dan saling menopang satu sama lain guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi hingga ke berbagai daerah pelosok.

“Distribusi antar depo berjalan dengan baik dan saling mendukung. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terkait stok BBM,” ucapnya lagi. Sigit pun mengimbau masyarakat agar membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Ia menegaskan, perilaku membeli dalam jumlah besar di luar kebutuhan justru dapat memperburuk situasi di lapangan dan memicu kepadatan antrean di SPBU.

“Kami mengajak masyarakat tetap tenang. Belilah BBM secukupnya sesuai kebutuhan harian. Jangan sampai kepanikan justru membuat distribusi menjadi tidak lancar,” katanya. Selain memberikan pesan kepada masyarakat, Sigit juga meminta pemerintah daerah dan seluruh kepala daerah di Kalimantan Tengah agar ikut menjaga situasi tetap kondusif dengan menghadirkan kebijakan yang menenangkan masyarakat.

Ia berharap para pemimpin daerah tidak mengeluarkan pernyataan maupun kebijakan yang dapat memicu keresahan publik. Sebaliknya, pemerintah diminta aktif memberikan edukasi dan kepastian kepada masyarakat bahwa pasokan energi di Kalimantan Tengah masih aman. “Para kepala daerah juga harus menghadirkan kebijakan yang menyejukkan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Jangan sampai muncul kebijakan atau pernyataan yang justru menimbulkan kepanikan baru,” pungkasnya. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli