KALTENG.CO-Upaya penyelamatan lingkungan dan penegakan hukum di kawasan hutan Papua terus diintensifkan. Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Halilintar baru saja melakukan operasi besar-besaran untuk memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Operasi ini menyasar dua titik utama, yakni di Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa, yang selama ini menjadi pusat aktivitas tambang ilegal yang merusak ekosistem hutan lindung.
Medan Berat Bukan Penghalang bagi Satgas PKH
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengungkapkan bahwa operasi ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Edwin Apria Chandra. Meskipun menghadapi tantangan geografis yang ekstrem, personel Satgas berhasil mencapai lokasi sasaran.
”Dalam pelaksanaan tugas tersebut, satgas menghadapi medan yang cukup sulit di kawasan hutan yang telah mengalami kerusakan parah akibat aktivitas tambang ilegal,” jelas Aulia dalam keterangannya kepada awak media pada Kamis (7/5/2026).
Capaian Operasi: 200 Hektare Kawasan Hutan Berhasil Dikuasai
Keberhasilan operasi ini tidak hanya terlihat dari pembubaran aktivitas penambangan, tetapi juga dari luasnya area yang berhasil diamankan kembali oleh negara. Berdasarkan data terbaru, Satgas PKH Halilintar sukses menguasai lebih dari 200 hektare kawasan hutan yang sebelumnya dikelola secara ilegal.
Selain penguasaan lahan, Satgas juga berhasil menyita sejumlah aset vital yang digunakan untuk mengeruk kekayaan alam secara tidak sah:
-
Penyitaan Alat Berat: Sebanyak 10 unit alat berat diamankan, yang terdiri dari 6 unit excavator dan 4 unit loader.
-
Penahanan Personel: Sejumlah operator alat berat dan pengawas tambang yang tertangkap tangan di lokasi telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
-
Pemasangan Plang Penguasaan: Sebagai bentuk peringatan keras, petugas memasang plang tanda penguasaan negara di titik-titik yang mudah terlihat oleh masyarakat maupun oknum penambang.
Sinergi TNI dan Penegak Hukum untuk Kelestarian Alam
Keberhasilan penertiban di Nabire ini merupakan buah dari sinergi yang kuat antara Satgas PKH Halilintar dengan jajaran teritorial setempat, termasuk Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja.
Mayjen TNI Aulia menegaskan bahwa TNI berkomitmen untuk tidak memberi ruang bagi aktivitas yang merusak sumber daya alam NKRI. Sinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum akan terus diperkuat guna memastikan stabilitas keamanan di tanah Papua.
”Tujuannya jelas, yakni untuk menjaga stabilitas keamanan, menegakkan hukum secara adil, serta melindungi kelestarian sumber daya alam kita dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab,” pungkasnya.
Dampak Lingkungan dan Harapan Kedepan
Penindakan tegas ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi para pemodal di balik tambang emas ilegal. Mengingat kerusakan hutan di Distrik Siriwo dan Uwapa sudah cukup masif, langkah rehabilitasi lahan pasca-penertiban menjadi tugas besar berikutnya bagi pemerintah daerah demi memulihkan paru-paru dunia di tanah Papua. (*/tur)