← Kembali ke https://kalteng.co/

Pertamina Sebut Sudah Pasok 205 Kiloliter Pertamax ke Palangka Raya: Hari Ini (Sabtu) Antrean Panjang di SPBU Masih Terjadi!

https://kalteng.co/ • 09 May 2026 14:18
Pertamina Sebut Sudah Pasok 205 Kiloliter Pertamax ke Palangka Raya: Hari Ini (Sabtu) Antrean Panjang di SPBU Masih Terjadi!

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Misteri antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya akhirnya mulai terungkap. PT Pertamina Patra Niaga menyebut keterlambatan distribusi BBM jenis Pertamax menjadi salah satu pemicu utama membeludaknya antrean selama sepekan terakhir.

Penjelasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan persoalan BBM yang digelar Pemerintah Kota Palangka Raya di Ruang Rapat Peteng Karuhei I, Jumat (8/5/2026) malam.

Rapat tersebut turut dihadiri Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin dan jajaran, Forkopimda, pengelola SPBU hingga pihak Pertamina.

Sales Area Manager Ritel Provinsi Kalimantan Tengah, Doni Prasetia mengungkapkan, pada awal Mei terjadi kendala distribusi Pertamax akibat keterlambatan pengiriman dari Kotabaru menuju Pulang Pisau.

“Di awal Mei memang ada antrean untuk konsumen BBM jenis Pertamax. Kebutuhan normal Palangka Raya itu sekitar 190 kiloliter per hari, namun karena adanya keterlambatan distribusi dari Kotabaru ke Pulang Pisau, pasokan yang masuk hanya sekitar 150 kiloliter per hari,” ujarnya.

Menurut Doni, pihak Pertamina langsung melakukan penyesuaian distribusi dengan berkoordinasi bersama instansi terkait. Bahkan sejak 6 Mei 2026, suplai tambahan mulai didatangkan dari Banjarmasin untuk mengurangi antrean di lapangan.

“Kami segera melakukan penyesuaian bekerja sama dengan instansi terkait. Kemudian pada 6 Mei kami mendapatkan tambahan pasokan dari Banjarmasin, dari sebelumnya 150 kiloliter menjadi 170 kiloliter. Memang masih di bawah kebutuhan normal,” katanya.

Doni menjelaskan, sebenarnya stok BBM subsidi jenis Pertalite di Palangka Raya dalam kondisi aman dan tidak mengalami kendala distribusi. Bahkan suplai yang diberikan setiap hari disebut melebihi kebutuhan normal masyarakat.

“Pertalite itu sebenarnya tidak ada masalah. Kebutuhan hariannya sekitar 420 sampai 427 kiloliter, namun kami suplai hingga 500 kiloliter per hari. Tapi memang animo masyarakat Palangka Raya tetap memilih Pertamax,” ungkapnya.

Ia menduga kondisi antrean panjang diperparah oleh meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan atau panic buying, terutama setelah adanya penyesuaian harga BBM beberapa waktu lalu. Meski demikian, Pertamina memastikan stok BBM saat ini dalam kondisi aman.

“Hari ini kami menggelontorkan Pertamax hingga 205 kiloliter per hari, lebih tinggi dari kebutuhan normal 190 kiloliter. Kami jamin stok aman. Pertalite bisa bertahan lebih dari 10 hari ke depan, sedangkan Pertamax dan produk lainnya sekitar enam sampai tujuh hari ke depan,” tegas Doni.

Selain menambah pasokan, Pertamina bersama pengelola SPBU juga memperpanjang jam operasional SPBU hingga pukul 01.00 WIB.

“Bahkan dalam waktu dekat akan ada tambahan tiga SPBU yang beroperasi selama 24 jam guna mengurai antrean kendaraan di Kota Palangka Raya,” pungkasnya.

 

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli